Sry Ritaharty (Ketua LMR-RI Komda Bone) bersama Wakil Bupati Wajo
Bpk Dr.H.Andi Syahrir Kube, S.E., M. Si.
Super Tani - Pada tanggal 24 Maret 2014 Timsus Super Tani H. Rusmin Usman, S.E. bersama Ketua LMR-RI Komda Bone Sry Ritaharty berkunjung ke Wajo dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Wajo di ruang kerjanya. H. Rusmin memaparkan tentang rencana menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Wajo demi pencapaian Program Ketahanan Pangan, dan menindaklanjuti proposal yang telah dimasukkan sebelumnya, kemitraan Super Tani dengan pemerintah telah berjalan dibeberapa kabupaten lain di Sulawesi Selatan dan mendapat respon baik oleh para bupati dan ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Dinas Kelautan setempat.
     Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian khususnya sehingga tercapai Program Ketahanan Nasional serta pemenuhan Swasembada Pangan di Sulawesi Selatan dan peningkatan Income Perkapita masyarakat  petani sehingga menjadi sejahtera. Kami dari CV Reski Surya Prima produsen pupuk An Organik Super Tani berkeinginan melakukan kemitraan jangka panjang. Hal ini sejalan dengan Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang menerapkan pola Tapin (tanam pindah) sehingga masyarakat petani lebih profesional dan memahami tentang pentingnya teknologi, baik formulasi pupuk maupun cara bercocok tanam yang lebih efektif dan menguntungkan serta mengajak para petani tradisional supaya bisa lebih modern dengan berkalkulasi tentang untung dan rugi. Jenis pupuk Super Tani lebih efektif dan efisien dan yang terpenting adalah dapat menekan biaya (cost)  40% serta dapat meningkatkan hasil produksi sampai  30%.
    Bapak Wakil Bupati Wajo sangat merespon dan mendukung Program Kemitraan Super Tani dengan Pemkab Wajo. Beliau juga menyampaikan bahwa Wajo memiliki potensi wilayah yang tidak kalah dengan kabupaten lain di Sulsel, selain persawahan dan tambak terdapat berbagai macam komoditi seperti kakao, cengkeh, dan perkebunan sawit. Untuk pemakaian tambak pupuk yang tersedia hanya berkisar 700 ton sementara yang dibutuhkan sekitar 13.000 ton. Beliau berharap kepada pihak Super Tani untuk membuat demplot dan mengumpulkan testimoni dari para petani yang telah menggunakan dan daerah-daerah yang telah berhasil menggunakan Super Tani setelah itu akan diadakan pertemuan (sosialisasi) antara pihak Super Tani, Dinas Pertanian dan Ketua-ketua kelompok tani se-Kabupaten Wajo. 
(Super Tani)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top